MY PAGE

Senin, 19 November 2012

Siapa Pahlawan Yang Sesungguhnya?

    Setiap tanggal 10 November selalu kita peringati hari pahlawan. Jika kita mendengar kata pahlawan ingatan kita akan membayangkan para pejuang yang telah gugur dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Memori kita menggambarkan pahlawan adaah mereka yang berjuang mengusir penjajah dengan mengangkat senjata. Tapi jika membandingkan dengan kondisi saat sekarang, timbul pertanyaan siapakah pahlawan yang sesungguhnya saat ini?. Pahlawan menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. Jika dari definisi ini kita kaitkan dengan dengan kondisi bangsa Indonesia dewasa ini. Maka saya tidak terlalu yakin akan banyak orang atau pihak yang pantas disebut pahlawan. Saat ini tentu sangat sulit menemukan mereka yang layak disebut pahlawan menurut definisi KBBI diatas.

     Memang kondisi negara ini dari hari - hari kehari tidak bertambah baik walaupun kita sudah menjadi bangsa yang merdeka. Kondisi saat ini jauh sekali dari cita - cita para founding fathers termasuk apa yang diperjuangkan para pahlawan. Kita belum benar - benar menjadi bangsa yang merdeka dalam arti yang sesungguhnya.

   Di bidang politik kita belum seutuhnya berdaulat. Pemerintah tak selalu mendengarkan suara rakyatnya. Yang ironis malah pemerintah lebih mendengarkan suara - suara kepentingan negara - negara besar macam AS dan sekutunya. Lembaga eksekutif dan legislatif kadang tak lebih sebagai ikatan kongkalingkong belaka. Lembaga yang memiliki kekuasaan yang besar tapi seolah - olah tumpul saat berurusan dengan kepentingan rakyat. Lembaga yudikatif pun demikian, tak ubahnya kumpulan para mafia, mafia yang mempermainkan keadilan dan kepastian hukum bagi rakyat. Sikap ara pejabatnya pun jauh sekali dari apa yang layak disebut pahlawan. Mereka bukannya sibuk berkorban untuk kepentingan rakyatnya, tapi sebaliknya malah sibuk berkorban untuk kepentingannya sendiri, sibuk memperkaya diri - sendiri dan kroni - kroninya.

     Di bidang ekonomi kita pun belum berdikari seperti yang dikatakan Bung Karno dalam Trisaktinya. Ekonomi kita lebih berpihak pada kepentingan para pemilik modal. Para pemilik modal baik asing maupun lokal selalu lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Mungkin rezim pemerintah yang sekarang ini berkuasa sangat bangga dengan tingkat perekonomian yang diraih saat ini. Pujian - pujian yang diterima dari lembaga - lemabaga keuangan dan investasi kapitalisme atas membuat pemerintah merasa dirinya telah sukses dalam membangun perekonomian bangsa ini. Tapi ingat, perekonomian kita tak lebih dari penghisapan kekayaan oleh para pemilik modal. Sektor - sektor ekonomi seperti energi dan pertambangan, pangan serta keuangan kita didominasi oleh asing. Dari kondisi ini, sangat jauh dari apa yang diperjuangkan para pahlawan bahwa merdeka bukan hanya secara politis tapi juga merdeka dalam arti ekonomi.



     Kepribadian bangsa kita pun saat ini juga jauh dari nilai - nilai asli jatidiri kita seperti yang terdapat dalam Pancasila. Kepribadian kita saat ini didominasi kepribadian yang hedonis, materialistis, dan anarkis. Begitu pula nilai - nilai gotong royong semakin jauh dari nilai hidup bangsa ini, yang ada nilai individualistis yang semakin menggerogoti. Padahal para pahlawan berjuang agar kita bisa menjadi bangsa yang bisa hidup merdeka dengan kemerdekaan kepribadian sesuai jatidiri bangsa Indonesia sendiri.

      Dari pertanyaan yang menjadi titik sentral tulisan ini mengenai siapa pahlawan yang sesungguhnya saya rasa jawaban yang bisa diberikan adalah jawaban dari diri kita masing - masing. Apakah dari sikap dan tingkah laku kita sudah mencerminkan dan merefleksikan untuk layak disebut pahlawan, Jika sikap dan tingkah laku kita masih dipenuhi oleh kebohongan, malas, individualistis, hedonis dan oleh perilaku - perilaku yang tidak menunjukan sikap - sikap kepahlawan, maka kita sama sekali belum memaknai dan menghayati apa arti dan siapa pahlawan yang sesungguhnya.

Senin, 26 Maret 2012

PENGATALOGAN DESKRIPTIF

   Pengatalogan deskriptif merupakan suatu kegiatan yang wajib dalam dunia perpustakaan, saat suatu buku atau segala bentuk koleksi yang merekam informasi diakuisisi oleh perpustakaan . Diawali dari pembuatan katalog dengan bentuk kartu hingga yang terbacakan mesin seperti MARC pada era elektronik sekarang. Ihwal pembuatan sebuah katalog yang mendasari pengatalogan deskriptif diawali dari hasil-hasil Paris Principle, yang dilanjutkan dengan penyusunan sebuah format standar deskripsi bibliografis atau yang lebih lazim dikenal dengan International Standard Bibliographic Description ( ISBD ) pada awal tahun 1970an. Hal ini pula yang mendasari terbitnya suatu buku yang berisi peraturan-peraturan standar pengatalogan deskriptif yaitu Anglo-American Cataloguing Rules ( AACR ) yang secara tidak resmi diakui sebagai pedoman standar internasional dalam pengatalogan deskriptif. Sebuah katalog yang dibuat mendasari pengatalogan deskriptif, dibuat  dengan beberapa tujuan atau fungsi, yaitu :
  1. Memungkinkan pemakai menemukan sebuah buku apabila diketahui nama pengarang, judul atau subjeknya.
  2. Menunjukkan apa saja yang dimiliki perpustakaan oleh pengarang tertentu, tentang subjek atau bidang tertentu, dan tentang literatur tertentu.
  3. Membantu memilih sebuah buku berdasarkan edisinya atau ciri-ciri yang lebih spesifik.

intinya sebuah katalog dibuat untuk memudahkan dalam memudahkan pengawasan koleksi oleh suatu perpustakaan, serta memudahkan pemakai dalam membantu menelusur suatu koleksi yang dicari.
  Kembali ke pengatalogan deskriptif, sama seperti sebuah katalog juga memiliki tujuan dalam penyusunannya, yaitu sebagai representasi dari sumber informasi yang merupakan koleksi dari suatu perpustakaan dan memungkinkan pemberian deskripsi dengan beberapa titik akses. 
     Di dalam pengatalogan deskriptif kadang dijumpai hal-hal seperti keterulangan atau redundansi dalam penyusunan cantuman-cantuman bibliografis dan untuk lebih menujukkan hubungan antara dokumen (buku atau yang lainnya), pencipta, dan subjek, maka mulai tahun 2003 disusunlah sebuah konsep atau model Functional Requirements for Bibliographic Records ( FRBR ) dengan beberapa tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
  • Find ( menemukan ) maksudnya, menemukan entitas yang cocok dengan kriteria penelusuran yang telah ditetapkan oleh pengguna. Misalnya satu atau beberapa entitas tentang bidang tertentu, pada judul tertentu atau oleh pengarang tertentu.
  • Identify ( mengidentifikasi ) maksudnya, mengidentifikasi suatu entitas. Misalnya bahwa entitas yang diperoleh adalah yang benar dicari atau membedakan dua entitas atau lebih yang memiliki karakteristik yang mirip.
  • Select ( memilih ) maksudnya, memilih entitas yang cocok dengan kebutuhan pengguna. Misalnya dari segi isinya, format fisik dan menolak yang tidak cocok dengan kebutuhan misalnya memilih teks dalam bahasa Indonesia, program komputer yang kompatible dengan hardwarenya.
  • Obtain ( memperoleh ) maksudnya, memperoleh akses terhadap entitas yang dideskripsikan. Misalnya melalui pinjaman, pembelian, atau akses secara elektronik.
    Di dalam pengatalogan deskriptif, ada standar pengatalogan yang digunakan secara internasional yaitu Anglo-American Cataloguing Rules ( AACR ) yang sampai pada saat ini sudah sampai pada edisi revisi ke dua. Secara garis besar AACR terdiri dari dua bagian, yatu :
  1. Description ( 13 bab yakni aturan umum deskripsi dan aturan untuk masing-masing bahan yakni bahan buku, bahan kartografi, manuskrip, musik, rekaman suara, film dan rekaman video, bahan grafis, sumber elektronik, artefak tiga dimensi, bentuk mikro, serta sumber yang berkelanjutan dan analisis.
  2. Tajuk, judul seragam dan rujukan ( pilihan titik akses, tajuk untuk orang dan badan korporasi, judul seragam dan rujukan )
AACR juga memiliki susunan yang mnemonic artinya menggunakan kode perpaduan angka dalam penggunaanya, yang menunjuk ke makna tertentu. Misalnya kode 1.0 adalah aturan umum pengatalogan, 1.1 aturan tentang daerah judul dan keterangan penanggung jawab yang mencakup semua bahan ( aturan umum ); 3.2 aturan tentang edisi untuk item berupa bahan kartografi; 6.5 aturan tentang deskripsi fisik item berupa rekaman suara.
     Seperti yang sudah dijelaskan di bagian awal tulisan ini, katalog merupakan hal yang mendasari suatu pengatalogan deskriptif. Suatu entri katalog memiliki unsur-unsur berupa tajuk atau heading, deskripsi delapan daerah, subjek, dan jejakan atau tracing. Terkait dengan unsur deskripsi delapan daerah yang merupakan unsur-unsur pengatalogan deskriptif merupakan suatu organisasi deskripsi yang terdiri dari delapan bidang yaitu, beserta penjelasannya :
1. Judul dan Keterangan Penanggung Jawab

  • Ditulis sesuai dengan wording, order, dan spelling
  • Tanda baca dan huruf kapital diatur tersendiri penggunaannya
  • General Material Designation digunakan sebagai keterangan penanda bahan
  • Judup paralel dan keterangan judul
  • Penulisan penanggungjawab
2. Edisi

  • Biasanya ditulis ringkas tapi jelas
  • Penaggung jawab untuk edisi tertentu, maksudnya apabila di suatu edisi ada pihak lain yang terlibat dalam penyusunannya maka nama pihak tersebut harus dicantumkan pada keterangan edisi
3. Data Khusus

  • Untuk menunjukkan kondisi fisik suatu item, seperti bahan kartografi (skala, proyeksi, garis lintang dan bujur), musik (physical presentation), sumber elektronik (program atau data), sumber berkelanjutan (penomoran seri), dan bentuk mikro (bagan kartografi, musik, dan sumber berkelanjutan dalam bentuk mikro)
4. Penerbitan dan Distribusi

  • Berisi tempat terbit, nama penernit dan tahun terbit
  • Aturan khusus baggi bahan yang tidak diterbitkan seperti skripsi, tesis, dan bahan literatur kelabu lainnya
  • Aturan berbagai tempat terbit, nama penerbit, distributor dan keraguan pada tahun penerbitan
5. Deskripsi fisik

  • Berisi keterangan dimensi suatu item, rincian fisik khusus halaman keliru, dan keterangan ukuran yang tak lazim
6. Seri

  • Berisi judul, nomor, dan tanda baca yang digunakan
7. Catatan

  • Berisi keterangan seperti bibliografi, indeks atau hal lain yang dianggap penting.
8. Nomor Standar

  • Suatu nomor yang terdiri dari 13 digit sebagai kode unik item

    Rabu, 14 Maret 2012

    SIMBIOSIS

    BAB 1
    PENDAHULUAN



    Ekosistem

         Interaksi organisme-organisme hidup ( biotik ) dengan segala aspek lingkungan tidak hidupnya ( abiotik ) berhubungan erat tak terpisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.  Satuan yang mencakup semua organisme ( yakni "komunitas" ) di dalam suatu daerah yang saling mempengaruhi dengan lingkungan fisiknya sehingga arus energi mengarah ke struktur makanan, keanekaragaman biotik, dan daur-daur bahan yang jelas di dalam sistem ekologi. Dari penjelasan singkat diatas dapat ditarik pengertian atau definisi dari ekosistem itu sendiri yaitu inteeraksi antara organisme-organisme dengan lingkungannya yang tak hidup. Konsep ekosistem merupakan dan harus sebuah konsep yang sangat luas, fungsi utamanya di dalam atau pemikiran ekologi merupakan penekanan hubungan yang wajib, ketergantungan, dan hubungan sebab akibat, yakni perangkaian komponen-komponen untuk membentuk satuan-satuan yang wajar. Akibat wajar terhadap hal ini adalah bahwa karena bagian-bagian itu cara bekerjanya tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan, ekosistem merupakan tingkat organisasi biologi yang paling baik untuk dianalisis. Di tulisan ini yang akan dibahas secara khusus salah satu dari komponen ekosistem yang sangat penting yaitu simbiosis. 

    A. Simbiosis   
      
        Kehidupan tiap organisme dipengaruhi oleh kehidupan organisme lain. Sebagaimana tiap organisme harus mengatasi keadaan lingkungan fisik, demikian pula ia harus mengatasi masalah dan kesempatan yang ditimbulkan oleh organisme lain yang hidup di dalam komunitasnya. Pengaruh beberapa bagian dari lingkungan biotik adalah langsung. Tanpa adanya spesies tumbuhan yang cocok dimakannya maka sapi akan mati. Tanpa flagellata Trichonympa di dalam saluran pencernaannya, rayap tidak dapat memeperoleh zat makanan dari selulosa yang dimakannya.
         Sebagian besar interaksi antar spesies melibatkan makanan. Bersaing untuk makanan, makan dan menghindari agar tidak dimakan adalah cara yang paling lazim para anggota dari spesies yang berbeda saling memepengaruhi. Interaksi ini sering kali berlangsung sebentar. Dua spesies mungkin bersaing hanya untuk jenis makanan tertentu. Atau, hubungan ini merupakan pemangsa dan mangsa, dengan satu spesies mencoba memakan yang lain. Tetapi ada banyak contoh mengenai dua spesies yang hidup dalam hubungan yang dekat selama jangka waktu yang lama. Hubungan ini dinamakan "Simbiosis" ( hidup bersama ), kata simbiosis adalah kata turunan dari bahasa Yunani yang berarti hidup bersama, menggambarkan sebuah hubungan antara organisme. Organisme partner sering disebut symbiont. Pada semua kejadian, paling tidak satu anggota dari pandangan simbiosis itu mendapat keuntungan dari hubungan tersebut. Anggota lain dapat mengalami kerugian karena hadirnya anggota pertama ( parasitisme ), secara relatif dapat tidak berpengaruh ( komensalisme ), atau juga mendapatkan keuntungan ( mutualisme ). Berbagai jenis interaksi antar spesies di dalam ekosistem merupakan bahasan laporan tugas mandiri ini.  

    1. Simbiosis Berdasarkan Jenis

    1.1 Simbiosis Parasitisme

          Parasit adalah organisme yang hidup di atas atau di dalam tubuh organisme lain ( inang ) yang mendapatkan makanan dari jaringnya dan sedikit banyak menyebabkan kerugian. Perbedaan antara pemangsa dan parasit tidak selalu jelas. Caplak atau lintah melekatkan dirinya ke tubuh inangnya untuk jangka waktu yang pendek sambil menghisap darah. Sebenarnya ini hanya merupakan suatu bentuk pemangsaan, yaitu organisme yang lebih kecil dan lebih lemah kepada yang lebih besar dan kuat. Dalam hal cacaing tambang yang menghisap darah, hubungan ini berlangsung lama dan jelas merupakan parasitisme.
         Di bumi ini mungkin tidak ada satu organisme pun yang tidak dihinggapi oleh parasit dalam suatu siklus hidupnya. Tumbuhan, hewan dan manusia dihinnggapi parasit-parasit dari berbagai jenis bakteri, virus, fungi, protista, vermes, insecta, dan aracnoidea. Parasit menimbulkan kerusakan pada inang dengan dua cara, pertama adalah dengan memakan jaringan inangnya. Contoh dari spesies ini adal cacing tambang, amaoeba pada gigi danparasit malaria, semuanya menimbulkan kerusakan ini. Cara kedua adalah parasit tidak memakan jaringan inangnya tetapi dalam proses metabolismenya mereka melepaskan toksin yang meracuni inangnya. Bakteri yang menyebabkan tetanus, difteri, scarlet fever sangan berbahaya.. Toksin yang dihasilkan terus mengganggu transmisi simpatik dalam susunan saraf pusat.
            Walaupun ada beberapa perkecualian, parasit biasanya tidak mematikan inangnya. Mematikan inang berarti membuang sumber makanan dengan cuma-cuma. Karena itu parasit yang sudah mampu menyesuaikan diri dengan baik hanya makan jaringan inangnya untuk mencukupi kebutuhannya, tanpa membunuh inang tersebut. Parasit sering kali dikatakan telah mengalami degenerasi. Hal ini sebagian besar terjadi pada jangka waktu penyesuaian pada kondisi relung ( niche ) yang khusus. Pada parasit hilangnya alat yang tidak sesuai lagi merupakan suatu peningkatan efisiensi dan dengan demikian berarti perbaikan spesialisasi.

    1.2 Simbiosis Komensalisme

           Komensalisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan simbiotik, yaitu satu organisme memakan makanan yang tidak dimanfaatkan oleh organisme yang lain atau singkatnya merupak interaksi organisme yang satu merasa diuntungkan sedangkan di pihak organisme yang lain merasa tidak diuntungkan tapi juga tidak dirugikan. Hubungan antara ikan remora dengan ikan hiu merupakan contoh yang baik. Sirip dorsal remora berubah menjadi alat penghisap yang dipakai untuk melekatkan diri pada tubuh ikan hiu. Ikan hiu tidak merasa terganngu dengan hal ini, dan tidak mencoba memangsa remora. Bila ikan hiu makan, remora itu dapat menangkap  sisa-sisa makanan hiu    tersebut. Banyak bakteri yang hidup di dalam usus kita dapat digolongkan sebagai komensal. Mereka memakan zat makanan yang tidak tercerna dan pada umumnya tidak merugikan kita.  Dari penelitian memelihara hewan laboratorium yang bebas hama dapat ditarik kesimpulan bahwa paling tidak beberapa bakteri yang hidup di usus menguntungkan inangnya. Ternyata hubungan mikroorganisme dengan inang mereka itu sedikit banyak bersifat mutualisme.  

    1.3 Simbiosis Mutualisme

         Hubungan dua organisme dimana kedua pihak sama-sama mendapat keuntungan disebut mutualisme. Beberapa ahli biologi lebih suka membatasi istilah simbiosis untuk kaitan dengan mutualisme. Contoh yang baik untuk jenis simbiosis ini adalah hubungan mutulisme antara tumbuhan dan fungi. Jaringan fungi masuk ke dalam jaringan tumbuhan dan hidup di dalam atau diantara sel korteks dari akar sekunder. Asosiasi antara akar tumbuhan dengan fungi lazim disebut mikoriza. Sejumlah percobaan membuktikan  bahwa adanya fungi mikoriza sangat meningkatkan efisiensi penyeraran mineral  oleh akar tumbuhan dari tanah. Beberapa fungi mikoriza juga menghasilkan antibiotik yang melindungi tumbuhan inang terhadap serangan dari fungi dan bakteri parasit. Keuntungan hubungan fungi mikoriza juga telah dibuktikan. Fungi mendapatkan makanan dari gula yang dipindahkan tumbuhan itu ke akarnya. Sebenarnya, fungsi mikoriza  dapat membuat saluran-saluran untuk makanan diantara spesies tanaman. 
          Hubungan mutualisme sering meilibatkan adaptasi struktur, fungsi bahkan tingkah laku yang rumit antar kedua spesies. Beberapa spesies semut, mendapatkan makanan dengan mambuat kebun fungi tertentu disarang bawah tanah. Fungi diberi makan daun-daun yang dikumpulkan oleh semut, dibawa kedalam sarang, dikunyah dan diberikan lagi pasa fungi tersebut. Kenyataan bahwa fungi itu tidak pernah ditemukan kecuali di bawah sarang semut, membuktikan adanya adaptasi fisiologis yang dekat terhadap kondisi cara pemeliharaannya. Tingkah laku semut itu juga disesuaikan untuk keperluan hubungan mutualisme tersebut. Bahkan terdapat pula suatu adaptasi struktural yang khusus. Ke dalam suatu kantung kepala ratu dimasukkan sedikit fungi sebelum ia pergi membangun koloni baru. Dari hal ini bisa kita tarik kesimpulan bahwa simbiosis mutulisme tergolong simbiosis yang paling rumit jika dibandingkan dengan parasitisme dan komensalisme.

    2. Simbiosis Berdasarkan Sifat

    2.1 Obligate Symbiosis
          
         Sering kali organisme yang berlainan di asosiasikan. Sebenarnya, contoh-contoh itu sering kali disamakan dengan mutualisme, hal ini tidaklah salah. Obligate symbiosis paling wajar berkembang diantara organisme-organisme dengan kebutuhan-kebutuhan yang sangat berbeda. Contoh-contoh yang paling penting dari  obligate symbiosis berkembang diantara organisme autotrof dan heterotrof. Hal ini tidak mengherankan karena  dua komponen ekosistem ini akhirnya harus mencapai suatu bentuk simbiosis yang seimbang. Contoh-contoh yang akan dinamakan sebagai mutualistik melampaui interpedensi komniyas umum demikian itu hingga titik pada mana satu jenis heterotrof khusus menjadi sangat terpgantung kepada satu jenis autotrof khusus untuk makanannya, dan yang terakhir ini tergantung sama sekali pada perlindungan,  daur mineral, atau fungsi vital lainnya yang diberikan oleh heterotrof. Partnership antara bakteri pengikat nitrogen ( Rhizobium )  dan tumbuhan Leguminonce merupakan contoh dari Obligate Symbiosis.

    2.2 Facultative Symbiosis 

         Facultative sysmbiosis merupakan tipe interaksi positif yang sederhana dan mungkin langkah pertama ke arah perkembangan hubungan yang menguntungkan. Tipe simbiosis juga dapat disamakan dengan jenis simbiosis komensalisme diamana ada pihak organisme mendapat keuntungan tapi di satu pihak organisme yang lain bisa sepenuhnya tidak mendapat keuntungan dan sama sekali tidak merasa dirugikan. Contoh facultative symbiosis yang nyata dalam kehidupan ini adalah antara tanaman anggrek hutan yang menumpang tumbuh di inang berupa pohon yang tinggi sehingga bisa mendapatkan sinar matahari untuk sumer energi bagi berfotosintesisnya, sedangkan bagi pohon yang ditumpangi tidak membawa keuntungan maupun kerugian bagi kehidupannya.

    sumber : Odum, Eugene.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi edisi ketiga.Yogayakarta: Gadjah Mada            
                     University Press  
                   Kimball, Jhon.W .1992. Biologi Jilid 3 edisi ketiga.Jakarta: Erlangga


               

                   
       
           
     

    Selasa, 20 Desember 2011

    EVOLUSI HOMO SAPIENS

       Kita adalah anggota ordo mamalia berplasenta yang disebut primata. Asal-usul kelompok ini kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Anggota yang awal mungkin merupakan hewan yang hidup di pohon (arboreal) seperti lemur dan tarsius masa kini, yang merupakan keturunan dengan sedikit mengalami perubahan. Tangan yang dapat memegang (dengan kuku) dan penglihatan yang baik merupakan nilai yang tinggi bagi kehidupan di pohon.
      Kira-kira 20 juta tahun yang lalu, primata awal ini, melalui spesiasi berulang terbagi dalam tiga kelompok berbeda: "monyet dunia baru", "monyet dunia lama", "hominoid - moyang bersama dari kera maupun garis keturunan manusia. Monyet duina baru tampaknya selalu terbatas di dunia tropis Amerika. Kedua kelompok lainnya menyebar di Afrika, sebagian dari Eropa dan Asia. Hominoid berbeda dengan monyet dunia lama dalam tangannya lebih panjang, postur lebih tegak, dan tidak adanya ekor. Mereka mungkin penghuni pohon.
       Kira-kira 14 juta tahun yang lalu, hominoid terbagi menjadi hominidae, yang turun dari pohon dan mulai berjalan, dan kera sejati (pongidae) yang tetap ada dipepohonan. Dari kedua hewan ini telah berevolusi "kera besar" masa kini, orang utan, gorila, dan simpanse.
        Kira-kira 3 juta tahun yang lalu, hominidae dengan sifat manusia yang unik mulai timbul. Yang paling menonjol dari sifat ini adalah perubahan kerangka yang berkaitan dengan postur yang tegak. Di sini termasuk perubahan struktur perubahan tulang gelang panggul dan penyatuan tulang belakang di dasar tengkorak, dan tidak di belakangnya. Hewan ini ("mamalia kera") dimasukkan ke dalam genus australopithecus. Setelah 1,5 juta tahun berikutnya, berkembanglah 3 garis keturunan homonidae yang tidak saling tergantung dan tampaknya dapat hidup berdampingan. Mereka adalah Australopithecus africanus, Australopithecus robustus yang lebih besar, dan Homo habilis. Sisa-sisa Homo habilis telah ditemukan bersama dengan peralatan batu yang primitif yang mirp kepala tombak dan semacamnya. Ini menunjukkan bahwa Homo habilis membuat dan menggunakan alat. Mungkin persyaratan membuat alat-alat dan cara hidup berburu untuk kepentingan hidup komunitas menimbulkan tekanan seleksi untuk peningkatan ukuran otak yang cepat. Bagaimana pun, volume otak Homo habilis  kiar-kira 750 ml, atau dua pertiga otak Australopithecus.
        Homo habilis tampaknya berevolusi secara bertahap menjadi keturan yang lebih pandai, Homo erectus. Pada waktu pertama kali Homo erectus timbul kira-kira 1,5 juta tahun yang lalu. Dua spesies Australopithecus (yaitu A.boisei dan A.robustus) masih ada. Akan tetapi, segera mereka menjadi punah, mungkin karena kalah bersaing dengan Homo erectus yang lebih pandai dan lebih serba bisa. Homo erectus mungkin timbul di Afrika, tetapi kemudian segera menyebar ke seluruh Asia (diwakili misalnya oleh "manusia jawa" dan "manusia peking"). Penyebaran Homo erectus di Afrika, Asia dan Timur Dekat membuat sejumlah lungkang gen yang agak terisolasi. Dengan demikian mungkin telah timbul proses subspesiasi yang membentuk kelompok-kelompok ras masa kini. Kita tidak mempunyai alasan untuk percaya bahwa proses ini berbeda dengan proses yang telah menimbulkan tujuh subspesies Geothylpistrichas di Amerika Utara. Kira-kira 100.000 tahun yang lalu, Homo sapiens telah timbul. Di Eropa dan Timur Dekat bentuk yang paling awal dari spesies ini adalah "Manusia Neandhertal" dan kadang-kadang diberi nama subspesies Homo sapiens neanderthalensis. Neanderthal dalam semua ciri yang esensial merupakan manusia sempurna. Otak mereka sebesar otak kita. Mereka mengubur mayat dengan sesaji. Neanderthal menghilang agak tiba-tiba 35000 tahun yang lalu. Mereka diganti dengan Homo sapiens, manusia yang segala hal mirip dengan kita. Manusia masa kini demikian sudah ada di Afrika dan Timur Jauh pada waktu Neanderthal ada di Eropa dan Timur Dekat.
         Berapa jumlah ras manusia yang diciptakan dari isolasi lungkang gen? Jawabnya tidak sederhana. Jumlah yang disebut hanya merupakan pencerminan betapa peneliti terkesan oleh perbedaan-perbedaan yang dapat diukur antara lungkang gen dari berbagai populasi. Beberapa ahli menyebut 5 ras, yaitu: (1) Negroid (subpopulasi yang timbul di Afrika), (2) Mongoloid (di Asia), (3) Caucasoid (Timur Dekat, kemudian Eropa), (4) Indian Amerika (Homo sapiens yang datang dibelahan bumi barat melalui "jembatan" yang secara berkala menghubungkan Asia dengan Amerika Utara di daerah Selat Bering), dan (5) Australosoid (subpopulasi yang terisolasi di Australia). Tetapi meskipun kita hanya mempelajari lungkang gen sebagaimana tercermin dalam distribusi golongan darah seperti ABO, jelaslah bahwa terdapat banyak sekali keanekaragaman genetik di dalam golongan yang tertulis diatas. Pembentukan subspesies yang secara geografis terisolasi merupakan langkah pertama ke arah spesiasi. Apakah Homo erectus dan pada gilirannya Homo sapiens berjalan sepanjang jalur itu ? Jawabnya jelas tidak. Manusia selamanya merupakan hewan yang paling mobil. Berbagai populasi manusia telah berulang kali bermigrasi ke seluruh dunia. Bilamana suatu populasi demikian bertemu dengan yang lain, terjadilah perkawinan antara mereka. Dan demikian terjadi percampuran antara beberapa lungkang gen masing-masing.
          Tidak ada bukti bahwa langkah awal subspesies manusia berlangsung sampai suatu titik dan padanya telah ditetapkan hambatan genetik apapun terhadap penangkaran dalam, padahal acap kali ada hambatan budaya terhadap perkawinan antar lungkang-lungkang gen Dewasa ini Homo sapiens merupakan spesies tunggal, meskipun terdiri atas keanekaragaman genetik yang besar yang tersebar di seluruh dunia.          


    (sumber :Kimball, Jhon.W.1983.Biology.Tufts:Addison-Wesley Publishing Company, Inc)
          

    Kamis, 08 April 2010

    10 Kualitas Pribadi Yang Disukai


    Buzz It

    Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.

    Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

    Kerendahan Hati
    Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
    yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
    membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
    tidak merasa minder.

    Kesetiaan
    Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

    Positive Thinking
    Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

    Keceriaan
    Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

    Bertanggung jawab
    Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

    Percaya Diri
    Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

    Kebesaran Jiwa
    Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
    Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

    Easy Going
    Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

    Empati
    Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

    sumber: http://muka-aneh.blogspot.com/2010/04/10-kualitas-pribadi-yang-disukai.html

    23 Ciri Orang Yang Cinta Kamu


    Buzz It
    1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya hanya ada kamu satu-satunya.

    2. Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak perduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap menjadi impiannya.

    3. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah bertambah.

    4. Orang yang mencintai kamu selalu ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tau kegiatan kamu.

    5. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ’selamat pagi’, ’have fun’, ’selamat tidur’, ‘take care’, dan lain-lain, walaupun kamu tidak membalas SMS-nya, karena dengan kiriman SMS itu lah dia menyatakan cintanya, menyatakan dengan cara yang berbeda, bukan “aku CINTA padamu”.

    http://www.dvd-ppt-slideshow.com/blog/wp-content/uploads/2009/07/love-story-video-photo.gif

    6. Jika kamu merayakan tahun baru dan kamu tidak mengundangnya ke pesta yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.

    7. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.

    8. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa pernah mengungkapkannya. karena dia menyematkan kata-kata mu di hatinya, berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.

    9. Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, karena dia ingin tahu apa kgemaran kamu - kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun susah menggemari kesukaan kamu, tapi akhirnya dia bisa.

    10. Kalau kali terakhir kalian bertemu, kamu mungkin sedang sakit, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon untuk bertanya keadaan kamu - karena dia khawatir tentang kamu, peduli tentang kamu.



    11. Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan menanyakan kapan ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.

    12. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa.

    13. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung. Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah menggetarkan dunianya.

    14. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada di dekat kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.

    15. Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan senantiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan lingkungan yang mungkin membawa pengaruh buruk terhadap kamu. dan jauh dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh dimata, dekat dihati?’



    16. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

    17. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang bikin BETE, seperti menelefon kamu 100 kali sehari. Atau mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.

    18. Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening. Namun ketika kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.

    19. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dgn sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!. bahkan dia begitu gembira karena dapat membantu kamu. dia tidak pernah mengelak dari memenuhi permintaan kamu walau sesulit apapun permintaan itu.

    20. Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda yang berharga buatnya.

    http://secangkirkejujuran.files.wordpress.com/2009/08/2008_05_02_true_love.jpg

    21. Dan jika kamu coba menjauhkan diri darinya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.

    22. Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu karena sebenarnya dia tak pernah mencari orang lain. Dia sentiasa menunggu kamu.

    23. Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.

    sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/04/23-ciri-ciri-orang-yang-cinta-kamu.html

    0 comments

    Post a Comment


    Rabu, 10 Februari 2010

    FASISME

    Pendahuluan

    Diktator fasis pertama di abad ke-20, Benito Mussolini, memerintah Italia antara tahun 1922 hingga 1944.
    Fasisme adalah sebuah gerakan politik penindasan yang pertama kali berkembang di Italia setelah tahun 1919 dan kemudian di berbagai negara di Eropa, sebagai reaksi atas perubahan sosial politik akibat Perang Dunia I. Nama fasisme berasal dari kata Latin ‘fasces’, artinya kumpulan tangkai yang diikatkan kepada sebuah kapak, yang melambangkan pemerintahan di Romawi kuno.
    Istilah “fasisme” pertama kali digunakan di Italia oleh pemerintahan yang berkuasa tahun 1922-1924 pimpinan Benito Mussolini. Dan gambar tangkai-tangkai yang diikatkan pada kapak menjadi lambang partai fasis pertama. Setelah Italia, pemerintahan fasis kemudian berkuasa di Jerman dari 1933 hingga 1945, dan di Spanyol dari 1939 hingga 1975. Setelah Perang Dunia II, rezim-rezim diktatoris yang muncul di Amerika Selatan dan negara-negara belum berkembang lain umumnya digambarkan sebagai fasis.

    Seorang pejabat dari Romawi kuno. Ia berjalan di depan para hakim Roma sambil memegang seikat tangkai sebagai lambang kekuatan dan kekuasaan.
    Untuk memahami falsafah fasisme, kita dapat cermati deskripsi yang ditulis Mussolini untuk Ensiklopedi Italia pada tahun 1932:
    Fasisme, semakin ia mempertimbangkan dan mengamati masa depan dan perkembangan kemanusiaan secara terpisah dari berbagai pertimbangan politis saat ini, semakin ia tidak mempercayai kemungkinan ataupun manfaat dari perdamaian yang abadi. Dengan begitu ia tak mengakui doktrin Pasifisme – yang lahir dari penolakan atas perjuangan dan suatu tindakan pengecut di hadapan pengorbanan. Peranglah satu-satunya yang akan membawa seluruh energi manusia ke tingkatnya yang tertinggi dan membubuhkan cap kebangsawanan kepada orang-orang yang berani menghadapinya. Semua percobaan lain adalah cadangan, yang tidak akan pernah benar-benar menempatkan manusia ke dalam posisi di mana mereka harus membuat keputusan besar–pilihan antara hidup atau mati…. (Kaum Fasis) memahami hidup sebagai tugas dan perjuangan dan penaklukan, tetapi di atas semua untuk orang lain–mereka yang bersama dan mereka yang jauh, yang sejaman, dan mereka yang akan datang setelahnya. 1

    Untuk melambangkan kekuasaannya, Mussolini mengadopsi kapak Romawi. Di atas adalah majalah Italia saat itu, Il Fascismo Scientifico (Fasisme Ilmiah).
    Jelaslah sebagaimana ditekankan Mussolini, gagasan utama di balik fasisme adalah ide Darwinis mengenai konflik dan perang. Sebab, sebagaimana kita bahas dalam prakata, Darwinisme menegaskan bahwa “yang kuat bertahan hidup, yang lemah punah”, yang karenanya berpandangan bahwa manusia harus berada dalam perjuangan terus-menerus untuk dapat bertahan hidup. Karena dikembangkan dari gagasan ini, Fasisme membangkitkan kepercayaan bahwa suatu bangsa hanya dapat maju melalui perang, dan memandang perdamaian sebagai bagian yang memperlambat kemajuan.
    Garis pemikiran serupa diungkapkan oleh Vladimir Jabotinsky, yang dikenal luas sebagai wakil terpenting Yahudi Zionis, dan pendukung hak radikal Israel, yang menyimpulkan ideologi fasistik dalam pernyataannya pada tahun 1930-an:
    Sangatlah bodoh orang yang mempercayai tetangganya, sebaik dan sepenuh kasih apa pun tetangga itu. Keadilan hanya ada bagi orang-orang yang memungkinkannya terwujud dengan kepalan tangan dan sikap keras kepala mereka…. Jangan mempercayai siapa pun, senantiasa berhati-hatilah, bawalah selalu tongkatmu—inilah satu-satunya jalan untuk bertahan hidup dalam pertarungan bagai serigala antara semua melawan semua ini. 2
    Sebagaimana tampak jelas dari kata-kata tersebut, dan sebagaimana akan kita bahas lebih rinci pada halaman-halaman berikutnya, fasisme sesungguhnya merupakan ideologi yang dibangun menurut “hukum rimba” yang dikembangkan oleh Darwinisme.

    Gambar kapak dan ikatan kayu kecil yang melambangkan fasisme, dengan tanda tangan Mussolini.
    Ciri lainnya untuk diingat adalah bahwa fasisme merupakan ideologi nasionalistik dan agresif yang didasarkan pada rasisme. Nasionalisme semacam ini sama sekali berbeda dari sekadar kecintaan pada negara. Dalam nasionalisme agresif pada fasisme, seseorang mencita-citakan bangsanya menguasai bangsa-bangsa lain, menghinakan mereka, dan tidak menyesali timbulnya penderitaan hebat terhadap rakyatnya sendiri dalam prosesnya. Selain itu, nasionalisme fasistik menggunakan peperangan, pendudukan, pembantaian, dan pertumpahan darah sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan politis tersebut.
    Sebagaimana halnya yang mereka lakukan untuk menguasai bangsa-bangsa lain, rezim fasis juga menggunakan kekuatan dan penindasan terhadap bangsa mereka sendiri. Dasar kebijakan sosial fasisme adalah pemaksaan gagasan, dan keharusan rakyat menerimanya. Fasisme bertujuan membuat individu dan masyarakat berpikir dan bertindak seragam. Untuk mencapai tujuan ini, fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama semua metode propaganda. Fasisme menyatakan siapa pun yang tidak mengikuti gagasan-gagasannya sebagai musuh, bahkan sampai melakukan genocide (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan atau bangsa), seperti dalam kasus Nazi Jerman.

    Emblem dan bendera Partai Fasis pimpinan Mussolini. Sekumpulan tangkai yang diikatkan di sekeliling sebuah kapak merupakan bentuk lambang fasis yang umum.

    Yang disampaikan di atas hanyalah uraian singkat mengenai struktur sosial dan politik fasisme. Namun, masalah sesungguhnya adalah dalam mengenali di mana gagasan fasisme lahir, bagaimana ia kemudian menyebar, berkuasa, dan mengendalikan semua bangsa. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab meskipun orang berpikir bahwa fasisme telah dimusnahkan saat Perang Dunia II berakhir, fasisme masih mendongakkan wajahnya dalam beragam bentuk. Fasisme tidaklah semata sistem politik, melainkan juga mentalitas. Bahkan bila mentalitas ini tak lagi mengarah kepada pembentukan rezim politik, misalnya Nazi Jerman atau Mussolini di Italia, ia bagaimanapun terus menyebabkan penderitaan pada umat manusia di seluruh dunia.
    Oleh sebab itu, sekarang kita akan menelaah asal usul mentalitas fasis, dan bagaimana ia mampu menumbuhkan kekuatan sehingga melukai seluruh dunia pada pertengahan pertama abad ke-20, dan mengisi masa itu dengan penderitaan.

    Jumat, 11 Desember 2009

    seputar alay

    Monday, December 7, 2009

    http://i90.photobucket.com/albums/k259/jojo1607/alay.jpg
    SEBENARNYA APA ITU ALAY?
    Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan "anak kampung", karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.

    Koentjara Ningrat:
    "Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"

    Selo Soemaridjan:
    "Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."

    1. Suka banget pake tulisan atau teks yang GedE keCiL-gEdEkeciL
    2. Sok bergaya Emo atau Harajuku tapi pas ditanya asalmulanya, gak tau sama sekali
    3. Kalo sms atau ngirim komentar memakai bahasa aneh seperti, "aQuWh, maNi3eZz.."
    4. Pokoknya gaya rambut si cowok persis kayak Kangen band (buset dah...)
    5. Terlihat memakai postman bag berjenis kulit tapi ga jelas merk dan beli di distro yang mana...
    6. Kurus kerempeng, suka memegang rambut dan bermuka bokat
    7. Beraninya kalo bikin ulah pasti barengan dan gak berani kalo sendirian
    8. Sok kaya, sok imut, sok cantik, sok keren, sok gaul, sok techno padahal waktu ditanya kode HTML aja gak bisa
    9. Untuk lagu barat, mereka tidak tahu lagu barat yang sedang nge-tren dan mereka(orang alay) hanya tahu lagu barat dari jaman eighty dan ninety doank (parah gak sih?)
    Yang paling parah memang anak-anak alay suka melebih-lebihkan serta kangen-band adalah pemicu gaya anak alay jaman sekarang...sifat- sifat alay itu sangatlah norak dan ga elit banget.

    Alay itu orang kampung yang kampungan dengan dandanan kampungan, ngerti maksud saya? Tidak semua orang kampung itu kampungan, contohnya si doel, walaupun namanya berkesan alay tapi karakternya tidak alay. Nah orang kampung yang kampungan itu biasa disebut alay.

    Apakah bukan orang kampung bisa disebut alay? Kita ambil contoh Vino G Bastian, menurut gw dia bukan orang kampung, tapi rambutnya berkesan alay dan sering dijadikan role model oleh alay namun karena perilaku dan mukanya yang tidak kampungan maka vino tidak termasuk alay..jadi.. Jawabannya bisa jadi, bukan orang kampung termasuk alay, namun kasus seperti ini teramat sangat jarang terjadi, karena rata-rata alay itu anak kampung.

    Lalu apa itu kampungan?
    Perilaku yang tidak mencerminkan dirinya sebagai manusia yang benar, setidaknya berbuat benar. Contohnya: tawuran antar kampung atau antar sma, nongkrong di halte bareng geng alaynya sambil godain cewek, bergerombol di stasiun, di mall jelek, di pasar sambil ngerokok terus bicara dengan nada yang tidak bisa disebut tinggi tapi lebih tepat cempreng sambil ngata2in temen se gengnya dan tentu saja sebagian masih menggoda cewek yang lewat, kalo di bioskop suka nyari perhatian dengan suara cemprengnya komentar gak jelas ketawa berlebihan dll

    Apakah anak emo itu alay?
    Tidak emo bukan alay. Emo adalah definisi yang berbeda dengan alay, namun alay kerap menggunakan dandanan style ala emo yg secara otomatis menjatuhkan pamor dari emo itu sendiri.

    Perbedaan emo dengan alay gaya seperti apa?
    Well, celana skinny dengan baju agak ketat warna item, make sepatu converse, gaya rambut lurus dan panjang di depan namun cepak di belakang. Namun acapkali alay mencoba menerapkan gaya tersebut, rambut yang seolah dipaksa2in, celana abal, baju abal, sepatu apa lagi, ditambah dengan ikat pinggang metal yang khas sekali, bisa dicari di pasar2 contohnya klender atau poncol.

    Oke gayanya minta digampar emang

    kebanyakan alay adalah supporter sepakbola yang fanatik atau berlebihan, sesuai dengan definisi kampungan dari seorang alay, yaitu tidak sportif kalo kalah, terus rusuh barang2 dirusakin, baru2 ini di bandung telah terjadi perusakan oleh alay saat pertandingan persib vs persija di ISL.

    Selera musik?
    Tidak jauh2 juga dari band2 yang terkadang berbusana layaknya alay seperti radja atau republik (vokalisnya gaya alay parah), dan band2 yang berirama melayu yang easy listening dan tidak perlu menggunakan musikalitas yang tinggi, contoh : kangen band, matta. Kalo ada konser didaerah beberapa alay berpotensi menimbulkan kerusuhan seperti saat band nidji atau ungu sedang manggung,, padahal yang maen ungu, klo seringai gitu masih mending lagu2nya menaikkan adrenaline, lah ini ungu dengan lagu cinta2an dan kemarin baru kolaborasi ama rossa.


    ---------------------------------------------------------------
    Karena mungkin efek sinetron atau apa saja yg mempengaruhi mental kita yg menjadi-jadi dan semakin
    parah, mungkin ada diantara kita semua sifat2 dibawah ini:

    1. selalu ngerasa paling tau tentang musik.

    2. tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok,yang cowok godain cewe yang lagi lewat)

    3. kalo di mall selalu bawa headset buat dengerin lagu lewat handphone(suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh). please deh, kan ada lagu2 yg d stel d mall
    4. sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau.
    5. sok pengen 'gaul' mau ngikutin tren yang sekarang tapi LEBAY parah(cth: nge-mix baju ga kira kira ; baju ijo, celana kotak kotak, sepatu merah,kacamata biru! NORAK !)
    6. dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'putu putu narziz' (entah itu di sekolah, WC, mobil, kamar, stasiun, angkot,dll).
    7. fotonya ga nahan smua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar 'terang bgt',foto
    deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang.kamera VGA aj sok sokan)

    8. buat cewek tiap hari kerjaannya ngomongin ttg cowooooooooo mulu! (cth: eh tau ga si A tadi gini loh sama gue hahaha lucu bgt ya? *ga lucu!)
    9. buat cowok..tiap hari kerjaannya cari musuh (ribut) mulu sama temen temen cowoknya yg lain *biar dianggep keren gitu*
    10. di friendster.. bagi yang cewek di featurefriend nya majang cowok cowok ganteng semua *meski ga kenal,biar dianggep cantik & gaul* kalo yg cowok ya majang featurefriendnya cewek semua*walau ga kenal* biar dikata cowok ganteng. IH JIJAY!

    11. T U L I S A N
    > - iya : ia, iaa, ay, etc
    > - kamu: kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, etc
    > - aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,quh, etc
    > - maaf: mu'uph,muphs,maav,etc
    > - sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
    > - add : ett,etths,aad,edd,etc
    > - for : vo,fur(zz),pols,etc
    > - lagi : agi,agy, etc
    > - makan: mums,mu'umhs,etc
    > - lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
    > - siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
    > - apa : uppu,apva,aps,etc
    > - narsis: narciezt,narciest,etc
    > - anak mana? : naq mnah?, etc
    > - gw : w,wee, 9, 6, etc
    > - dong : dunkz,dungs, etc
    > - dan masih bnyak lagi!

    12. suka ngirim bulbo ga jelas di fs :"akko onlenndh dcnniih" ato "ayokk perang cummendh cmma saiia" etc (paling parah lagi kalo ngirim bulbo dengan judul "BAJINGAN" tapi isinya kosong!) ih kampret bner deh tu orang orang alay.

    13. kalo ada org yg cuman view profil kita , kita bilang gini : "hey cuman view nih?" ato "heey jgn cuman view doang,add dong! (kalo emang segitu pentingnya orang nge-ADD buat kita..kenapa kita ga nge-ADD dia waktu kita mau ngasih testi?)-__-

    14. friendster dipenuhi glitter-glitter norak yang pastinya bisa ngerusak retina mata zz

    15. kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!)

    16. foto di friendster bisa nyampe 300 lebih padahal cuman foto DIRINYA SENDIRI

    17. diam diam mengidolakan : kangen band,radja,ato bahkan GARNET BAND -_-

    18. kalo udah nemu lawan jenis biasanya jadi lebay, ngerokok2, ngelawak jayus, bahkan terkadang dilanjutkan dengan poin nomer 2

    19. tulisannya GedE-kEcIL norak

    20. kemana-mana make boxer(biasanya gmbr ganja,biar di blg gaul),atasan sweater,ga lupa make topi gambar ganja jg biar d bilang petani ganja kali

    21. naek motor pada blaga kebut2an ambil goyangin pantat biar dikira kayak pembalap. motorny gk pake spion,knalpot racing yg bkn kuping lo budek parah,gk lupa jg stiker '46' (biar diblg valentino rossi ya). biasanya dilakukan dengan efek menggoyang2kan bokong

    22. klo jalan kaki psti rame-rame, trus tangannya ga bisa diem, suka metikin daon d pohon ato metik buah orang.

    23. tiap malem minggu suka sok mabok di pinggir jalan, pdhl cma minum anggur kolesom.

    24. rambutnya pirang matahari.dan kayaknya bau deh

    25. kalo cowok biasanya pake baju ketat, terkadang tanpa lengan yang tujuannya entah pamer otot atau bulu ketek. celana tanggung kotak2 dan sepatu yg diinjek belakangnya tanpa kaos kaki.

    26. kalo cewek biasanya pake baju yg sok2 kebuka warna ngejreng yang menarik perhatian(mau muntah), kadang pake sepatu plastik transparan.

    27. jika anda perhatikan aksesoris mereka, memakai kalung rantai yg biasa d pake anjing, gelang yg astaga bnyknya kayak dukun gypsi, dan kadang ada juga yang pake rantai dompet penghubung kemaluan dengan bokong mereka yang tujuannya entah untuk apa.

    ---------------------------------------------------------------
    Ciri-ciri Alay:
    A) TINGKAT PALING RENDAH:

    1. nulis kata disingkat, seperti "lagi apa?" gi pha?? atau bosen banget jadi "bsen bgd nh"
    2. memakai simbol tambahan. "p@ k@bar L0e??" atau "~hha..~ y nh.. lg bosen~"
    3. menggunakan huruf Z dibelakang kata. "mlz bgtz!" atau "gurunya malezin yh"
    4. comment orang dengan minta balasan kaya "repp iah!" / "blz dum" / "reply dsini iiaaa"
    5. layoutnya yang super rame bahkan berfotmat gif (gerak) dengan warna ngejrenk pinkk fontnya yang anehlah

    B) TINGKAT RENDAH
    1. aboutme panjaaaang banget dengan gambar dari myspace yang gajelas pake isi gr-gr an kaya "aq tuh.... cntik.... lucu.... punya cowo ganteng..." zzz dan sebagainyalah lo tau kan
    2. penggantian kata! gue / gw / gua = w, lo / lu = lw / loe. dong = dumzz / dwunhh
    3. foto serba diediiiiit abis apalagi yang editnya emo emo pake tulisan gothic gitu
    4. mediabox dipenuhin dengan gambarrrrrr

    C) TINGKAT SEDANG
    1. mamerin kebisaan dishotout, misalnya "eh w kan menang track motor lohh.." atau "eh w les nyetir dong.." dan yang lebih oon nya "eh w makin oke dan top ya tiap hari" (halah)
    2. rusuhin comment foto. misalnya cuma dicomment "cantik deh/ganteng deh" balesnya "emg gw gnteng gtuu... y krna trlahir dh ganteng kli ya?? hha. dan kyanya..........blabalabla"
    3. nickname digabung sama nama org yang disuka dengan cara gajelas. misalnya (kalo namanya sama maaf ya) "delita saiianks si luthuu.." atau "delita cinta dya" gitulah ya aezzz...
    4. bikin album yang isinya artis favorit mereka. contoh "kangen band khuzuz loh!!" apalagi albumnya pake dikunci, yah capedeh!!

    D) ALAY TINGKAT PARAH!
    1. barang abal yang dipamerin ketemen terus dia ngaku beli di singapore. amrik . dan sbgainya. "eh liat nih gue beli gelang dijerman gituloh asli kalo ga salah sih dirupiahin 500 ribu ya." padahal dia beli di itc aja!! yang 10 ribu 5 hahaha.
    2. tulisan gede-kecil. "aLoW kLiAnZ hArUz ADd GwE YaH!!" atau dengan angggka "K4Ng3nZ dWEcChh" NNNNNZZZZZ
    3. minta di add di shotout, "j9n lupa ett ghw"
    4. gaya dengan bibir monyong, telunjuk nempel bibir, gaya tangan dengan oke dipinggir kepala dan foto dari atas
    5.nge post bulbo cuma buat kasih tau dia lagi online & minta comment

    dari berbagai sumber

    Jumat, 04 Desember 2009

    ISTANA BOGOR

    Berawal dari keinginan orang - orang Belanda yang bekerja di Batavia ( kini Jakarta ) untuk mencari tempat peristirahatan. Karena mereka beranggapan bahwa kota Batavia terlalu panas dan ramai, sehingga mereka perlu mencari tempat - tempat yang berhawa sejuk di luar kota Batavia. Gubernur Jendral Belanda bernama G.W. Baron van Imhoff, ikut melakukan pencarian itu dan berhasil menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung yang bernama Kampong Baroe, pada tanggal 10 Agustus 1744.
    Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1745 Gubernur Jendral van Imhoff ( 1745 - 1750 ) memerintahkan pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan yang diberi nama Buitenzorg, ( artinya bebas masalah / kesulitan ). Dia sendiri yang membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Proses pembangunan gedung itu dilanjutkan oleh Gubernur Jendral yang memerintah selanjutnya yaitu Gubernur Jendral Jacob Mossel yang masa dinasnya 1750 - 1761
    Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan ini sempat mengalami rusak berat sebagai akibat serangan rakyat Banten yang anti Kompeni, di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang, yang disebut Perang Banten 1750 - 1754.
    Pada masa Gubernur Jendral Willem Daendels ( 1808 - 1811 ), pesanggrahan tersebut diperluas dengan memberikan penambahan baik ke sebelah kiri gedung maupun sebelah kanannya. Gedung induknya dijadikan dua tingkat. Halamannya yang luas juga dipercantik dengan mendatangkan enam pasang rusa tutul dari perbatasan India dan Nepal.
    Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jendal Baron van der Capellen ( 1817 - 1826 ), dilakukan perubahan besar - besaran. Sebuah menara di tengah - tengah gedung induk didirikan sehingga istana semakin megah, Sedangkan lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 Mei 1817.
    Gedung ini kembali mengalami kerusakan berat, ketika terjadi gempa bumi yang pada tanggal 10 oktober 1834.
    Pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Albertus Yacob Duijmayer van Twist ( 1851 - 1856 ), bangunan lama sisa gempa dirubuhkan sama sekali. Kemudian dengan mengambil arsitektur eropa Abad IX, bangunan baru satu tingkat didirikan. Perubahan lainnya adalah dengan menambah dua buah jembatan penghubung Gedung Induk dan Gedung Sayap Kanan serta Sayap Kiri yang dibuat dari kayu berbentuk lengkung. Bangunan istana baru terwujud secara utuh pada masa kekuasaan Gubernur Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montager ( 1856 - 1861 ). Dan pada pemerintahan, selanjutnya tepatnya tahun 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jendral Belanda.
    Akhir perang dunia II, Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, kemudian Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Barisan Keamanan Rakyat ( BKR ) sempat menduduki Istana Buitenzorg untuk mengibarkan bendera merah putih. Istana Buitenzourg yang namanya kini menjadi Istana Kepresidenan Bogor diserahkan kembali kepada pemerintah republik ini pada akhir tahun 1949. Setelah masa kemerdekaan , Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia pada bulan Januari 1950.
    Kepustakaan dan Benda Seni
    Istana Kepresidenan Bogor mempunyai koleksi buku sebanyak 3.205 buah yang daftarnya tersedia di kepustakaan istana. Istana ini menyimpan banyak benda seni, baik yang berupa lukisan, patung, serta keramik dan benda seni lainnya. Hingga kini lukisan yang terdapat di istana ini adalah 448 buah, dimana judul/nama lukisan itu, pelukisnya, tahun dilukisnya, tersedia dalam bentuk daftar sehingga memudahkan siapa saja yang ingin memperoleh informasi tentang lukisan tersebut. Begitu pula halnya dengan patung dengan aneka bahan bakunya. Di istana ini terdapat patung sebanyak 216 buah.
    Di samping lukisan dan patung, Istana Bogor juga mengoleksi keramik sebanyak 196 buah. Semua itu tersimpan di museum istana, di samping yang dipakai sebagai pemajang di setiap ruang/bangunan istana.

    ISTANA NEGARA

    Istana Negara dibangun tahun 1796 untuk kediaman pribadi seorang warga negara Belanda J.A van Braam. Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Karenanya pada masa itu istana ini disebut juga sebagai Hotel Gubernur Jendral.

    Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada tahun 1848 bagian atasnya dibongkar, dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai sekarang, tanpa perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.
    Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat resmi. Bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda, disamping hiasan dinding karya pelukis - pelukis besar, seperti Basoeki Abdoellah.
    Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de Kock menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol. Juga saat Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini terjadi penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr. Van Mook.
    Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, diantaranya menjadi tempat penyelenggaraan acara - acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat - pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan.
    Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, sudah lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara sebagai kediaman resmi dan pusat kegiatan pemerintahan Negara.

    ISTANA MERDEKA

    Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden dan selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 2.400 meter persegi, oleh arsitek Drossares. Istana Negara juga dikenal dengan nama Istana Gambir.

    Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.

    Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak saat itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana Merdeka.

    Selasa, 10 November 2009

    Indonesia
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Perlindungan dari pemindahan

    Untuk kegunaan lain dari Indonesia, lihat Indonesia (disambiguasi).

    RI beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari RI, lihat RI (disambiguasi).

    Republik Indonesia

    Bendera Lambang
    Motto: Bhinneka Tunggal Ika
    (Bahasa Jawa Kuna: "Berbeda-beda tetapi tetap Satu")
    Ideologi nasional: Pancasila
    Lagu: Indonesia Raya
    Ibu kota
    (dan kota terbesar) Jakarta
    Bahasa resmi Bahasa Indonesia
    Pemerintahan Republik presidensiil
    - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
    - Wakil Presiden Boediono
    Kemerdekaan
    - Diproklamasikan 17 Agustus 1945
    - Diakui (sebagai RIS) 27 Desember 1949
    - Kembali ke RI 17 Agustus 1950
    Luas
    - Total 1,904,569 km2 (15)
    1 sq mi
    - Air (%) 4,85%
    Penduduk
    - 19 Juni 2009 memperkirakan 230.472.833[1] (4)
    - 2000 sensus 206.264.595
    - Kepadatan 134/km2 (84)
    347/sq mi
    PDB (KKB) 2007 estimate
    - Total US$1.038 miliar[2] (15)
    - Per kapita US$4.356[3] (114)
    PDB (nominal) 2007 estimate
    - Total US$408 miliar[2]
    - Per kapita US$1.812[3]
    IPM (2004) Green Arrow Up Darker.svg 0,711 (menengah) (108)
    Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
    Zona waktu WIB, WITA, WIT (UTC+7, +8, +9)
    Menyetir di kiri
    TLD .id
    Kode telepon 62
    lihat • bicara • sunting
    Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Berkas: relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

    Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[4] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

    Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

    Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

    Selasa, 20 Oktober 2009

    perjanjian yang melibatkan indonesia

    Indonesia sebagai negara yang besar dan luas tentu akan kesulitan dalam memelihara serta mempertahankan kadaukatan negaranya bila hanya mengandalkan angkatan bersenjatanya saja, karena hal itu tentu akan memberatkan anggaran belanja negara, dan tentu dampaknya akan meluas pada kesejahteraan rakyat secara umum. Oleh karena itu, selain memperkuat angkatan bersenjatanya, mempertebal rasa nasionalisme rakyat, serta meningkatkan kesejahteraan, nampaknya berbagai macam perjanjian yang melibatkan berbagai macam urusan kenegaraan, juga merupakan salah satu bentuk dari memepertahankan kedaulatan negara.
    Ada beberapa perjanjian yang melibatkan Indonesia, diantaranya adalah Perjanjian New York, yaitu perjanjian mengenai keberadaan serta keabsahan Papua Barat dulu.

    Perjanjian New York dilatarbelakangi oleh usaha Indonesia untuk merebut daerah Papua bagian barat dari tangan Belanda. Pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag saat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda disebutkan bahwa masalah Papua bagian barat akan diselesaikan dalam tempo satu tahun sejak KMB. Namun sampai tahun 1961, tak terselesaikan.

    Amerika Serikat yang takut bila Uni Soviet makin kuat campur tangan dalam soal Papua bagian barat, mendesak Belanda untuk mengadakan perundingan dengan Indonesia. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Adam Malik dan Belanda oleh Dr. Van Royen, sedang E. Bunker dari Amerika Serikat menjadi perantaranya.

    Tanggal 15 Agustus 1962 diperoleh Persetujuan New York yang berisi penyerahan Papua bagian barat dari Belanda melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Tanggal 1 Mei 1963 Papua bagian barat kembali ke Indonesia. Kedudukan Papua bagian barat menjadi lebih pasti setelah diadakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969, rakyat Papua bagian barat memilih tetap dalam lingkungan RI

    Selain itu ada Perjanjian Renville, Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Februari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral, USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia

    Kesepakatan yang diambil dari Perjanjian Renville adalah sebagai berikut :
    1. Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata
    2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
    3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah Indonesia di Yogyakarta

    Ada juga Perjanjian Roem Royen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Royen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Batavia. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan J. H. van Roijen. Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.

    Hasil pertemuan ini adalah:
    1. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya
    2. Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar
    3. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
    4. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang

    Pada tanggal 22 Juni, sebuah pertemuan lain diadakan dan menghasilkan keputusan:
    - Kedaulatan akan diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948
    - Belanda dan Indonesia akan mendirikan sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak
    - Hindia Belanda akan menyerahkan semua hak, kekuasaan, dan kewajiban kepada Indonesia

    Pada 6 Juli, Sukarno dan Hatta kembali dari pengasingan ke ibukota Yogyakarta. Pada 13 Juli, kabinet Hatta mengesahkan perjanjian Roem-van Roijen. Pada 3 Agustus, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa (11 Agustus) dan Sumatera (15 Agustus). Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, kecuali masalah Papua bagian barat.

    Kemudian Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.

    Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
    1. Pemerintah RI dan Belanda bersama-sama menyelenggarakan berdirinya sebuah negara berdasar federasi, yang dinamai Indonesia Serikat.
    2. Pemerintah Republik Indonesia Serikat akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda.
    3. Belanda mengakui kedaulatan de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra.

    Dan masih banyak perjanjian atau perundingan yang melibatkan Indonesia dengan negara - negara lain, walaupun tidak semua perjanjian atau perundingan tersebut menguntungkan Indonesia. Tapi yang penting, apapun itu, perjanjian atau perundingan tersebut adalah bentuk dari usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia agar tetap jaya.
    Readmore »»

    Email this • View my jobs • Add to del.icio.us • Digg This! • Share on Facebook • Technorati Links

    oleh Joy Setiawan di 8:58 1 komentar

    Label: indonesiana, sejarah indonesia

    Kamis, 28 Mei 2009
    Deklarasi Djuanda - 13 Desember 1957

    Sebagai negara kepulauan, Indonesia selayaknya mempunyai Undang-undang tentang kelautan, hal itu tentu akan memperkuat kemandirian negara kita sebagai negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau dan tentu bersama dengan laut yang mengitarinya.
    Untuk itu, Perdana Menteri Indonesia pada tahun 1957, yaitu Djuanda Kartawidjaja mendeklarasikan sebuah keputusan yang isinya menyatakan bahwa lautan antara, sekitar dan didalam kepulauan Indonesia menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Deklarasi tersebut yang akhirnya bernama Deklarasi Djuanda dicetuskan pada 13 Desember 1957. Sebelum deklarasi Djuanda, wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.

    Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia tapi waktu itu belum diakui secara internasional.

    Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar ( kecuali Irian Jaya ), terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8.069,8 mil laut[1].

    Setelah melalui perjuangan yang penjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

    Pada tahun 1999, Presiden Soeharto mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Penetapan hari ini dipertegas dengan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional.
    Readmore »»

    Email this • View my jobs • Add to del.icio.us • Digg This! • Share on Facebook • Technorati Links

    oleh Joy Setiawan di 10:47 0 komentar

    Label: sejarah indonesia

    Kamis, 14 Mei 2009
    Tri Tuntutan Rakyat ( TRITURA ) - 10 Januari 1966

    Pasca pemberontakan G-30-S/PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal 30 September 1965 telah menimbulkan krisis kepemimpinan nasional yang berdampak buruk terhadap segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi ini menjadi pemicu munculnya gelombang ketidakpercayaan masyarakat, terutama gerakan-gerakan mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan Presiden Ir. Sukarno dalam menangani persoalan-persoalan politik, keamanan dan ekonomi pasca pemberontakan G-30-S/PKI (Partai Komunis Indonesia).
    Menjelang akhir tahun 1965 pemerintah membuat kebijakan mendevaluasikan rupiah dan menaikkan harga minyak bumi. Kebijakan tersebut menyulut demontrasi besar-besaran dikalangan mahasiswa. Pada tanggal 10 Januari 1966 Mahasiswa melancarkan tuntutan yang dikenal dengan nama Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) meliputi:

    1.Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI);
    2.Retooling Kabinet;
    3.Penurunan Harga/Perbaikan Ekonomi.

    Tuntutan mahasiswa mendapat sambutan positif dari Team Pelaksana Musyawarah Exponen Angkatan ’45. Berita Antara 14 Januari 1966 memberitakan bahwa Team tersebut telah mengemukakan pandangannya, bahwa tuntutan para mahasiswa akhir-akhir ini melalui demonstrasi-demonstrasi perlu mendapat sambutan baik atas dasar factor-faktor obyektif serta situasi kongrit dewasa ini. Tuntutan mahasiswa yang tercermin dalam demonstrasi terus-menerus setiap hari dan dipimpin oleh Kesatuan Aksi Mahsiswa Indonesia (KAMI) berpokok pada soal pembubaran PKI dan ormas-ormasnya, retooling Kabinet Dwikora dan penurunan kenaikan tarif-harga.

    Mengenai tuntutan melakukan retooling cabinet yang sekarang ini, Musyawarah Exponen Angkatan ’45 dalam pernyataan tersebut yang telah diedarkan menyatakan dukungannya. Musyawarah Exponen Angkatan ’45 juga menandaskan hendak membantu Wakil Perdana Menteri III, Chaerul Saleh, salah seorang tokoh angkatan ’45, untuk mengadakan konsultasi atas dasar musjawarah dan mufakat dengan segenap pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, perlu diingatkan pentingnya mempertahankan gotong royong dan persatuan progresif revolusioner guna mengatasi situasi tanah air dari ancaman G-30-S/PKI, terutama di bidang ekonomi.

    Dalam menunjukkan keinginan membantu Wakil Perdana Menteri III untuk mengadakan konsultasi dengan segenap pihak yang bersangkutan, Musyawarah Exponen Angkatan ’45 menyarankan agar kebijakan ekonomi menekankan pada pendekatan produksi dalam rangka memberantas inflasi. Gaji pegawai, buruh dan prajurit setiap bulan minimal harus berada di atas kebutuhan fisik minimum keluarga mereka. Dikemukakan selanjutnya bahwa sementara menunggu perkembangan produksi sebagai alat satu-satunya mencegah inflasi, maka kebutuhan barang-barang pokok harus dicukupi jumlahnya dengan cara apa pun. Segenap alat distribusi harus diawasi secara ketat hingga seluruhnya dikuasai oleh pemerintah sambil melaksanakan Keputusan MPRS tentang pelaksanaan alat-alat distribusi yang dipegang oleh koperasi rakyat. Pernyataan dari Musyawarah Exponen Angkatan ’45 ditandatangani oleh Mayor Jenderal Djamin Gintings, Brigadir Jenderal Djuhartono, Brigadir Jenderal Pol. Sujono, SH, Letnan Kolonel Chandra Hasan, Letnan Kolonel Dominggus Nanlohy, Drosek Zakaria Raib, Alizar Thaib, Ishak Djanggawirana, Armansyah, Herman Wanggamihardja, Ismael Agung Witono dan Soekandja.

    Masih terkait dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura), di Bandung hari kamis tanggal 13 Januari 1966 terjadi demonstrasi yang diikuti kurang lebih 2.000 mahasiswa dan pelajar untuk menuntut penurunan harga dan pembubaran PKI. Awalnya demonstrasi tersebut nyaris tidak terkendali, akhirnya pihak keamanan dapat membubarkan demonstrasi mahasiswa dan pelajar itu. Dalam demonstrasi tersebut mahasiswa dan pelajar meneriakan yel-yel “turunkan harga”, “kita tidak perlu monumen-monumen lagi”, “kita perlu industri”, “hancurkan gestapu”, “bubarkan PKI”.

    Dalam kesempatan itu, Walikota Priatnakusumah tidak bisa menyampaikan pendiriannya sewaktu menghadapi demonstrasi tersebut, karena setiap ia akan berbicara, teriakan “kita bosan dengan pidato” menyebabkan pidato Walikota Priatnakusumah tidak terdengar sampai jauh, karena kabel pengeras suara yang digunakan Walikota berbicara, diputuskan orang.

    Kurang lebih tiga jam mahasiswa-mahasiswa dan pelajar-pelajar Bandung berdemonstrasi di halaman kotapraja. Mereka dikoordinasi oleh KAMI, dan dalam kesempatan itu seorang pimpinannya membacakan petisi dan resolusi yang akan mereka sampaikan pula kepada Presiden/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Dijelaskan dalam petisi dan resolusi tersebut bahwa tuntutan para mahasiswa dan pelajar Bandung ini adalah mengingat penderitaan rakyat dewasa ini. Disebutkan pula bahwa mahasiswa dan pelajar Bandung solider dengan aksi yang telah dilaksanakan mahasiswa-mahasiswa Ibukota baru-baru ini di Jakarta dalam membela kepentingan rakyat.

    Menindaklanjuti demonstrasi mahasiswa yang semakin gencar di berbagai daerah Presidium Pusat KAMI telah menginstruksikan mahasiswa Indonesia khususnya yang berada di Jakarta dan yang bernaung di bawah panji KAMI untuk mempertinggi kewaspadaan dan jangan bertindak sendiri-sendiri. Instruksi itu diberikan berhubung dengan terjadinya insiden antara unsur-unsur Front Marhaenis (Ali-Surachman) dengan mahasiswa-mahasiswa dari kalangan KAMI ketika mereka sedang mendengar amanat Presiden/ Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno di Istana Merdeka. Insiden Istana Merdeka ini telah membawa korban, beberapa orang mahasiswi terpaksa diangkut ke rumah sakit karena terluka.

    Kepada pimpinan organisasi-organisasi mahasiswa seperti PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, IMADA, HMI, SEMMI, GERMAHII, MAPANTJAS, PELMASI, GMD, IMABA, CSB, GMS, GMRI, KAMI Universitas-Universitas, KAMI Akademi-Akademi, Dewan-Dewan Mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia diserukan oleh Presidium Pusat KAMI agar tetap siaga menghadapi kemungkinan terjadinya tindakan-tindakan kasar seperti yang terjadi pada demonstrasi mahasiswa sebelumnya. Diserukan agar mahasiswa itu merapatkan barisan dan menyelamatkan revolusi Indonesia di bawah komando Presiden Sukarno dari rongrongan “nekolim” dan antek-antek “gestapu”/PKI.

    Ketua Umum Presidium Pusat KAMI, Cosmas Batubara, dalam penjelasannya mengenai insiden di Istana Merdeka menerangkan antara lain bahwa beberapa rombongan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI ketika sedang khidmatnya mendengarkan amanat Presiden Sukarno “telah dicegat dan dan diprovokasi dan akhirnya dikeroyok oleh segerombolan orang-orang yang bertindak liar dan mata gelap”. Terjadinya insiden tertsebut yang menurut Cosmas Batubara telah ditimbulkan oleh golongan Front Marhaenis yang menurut keyakinannya disusupi oleh anasir-anasir CGMI, telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Menurut pendapat anggota pimpinan KAMI tersebut, tindakan liar yang mengakibatkan terjadinya insiden tersebut telah menodai barisan Sukarno yang dikomandokan oleh Pemimpin Besar Revolusi untuk mempersatukan segenap kekuatan rakyat yang progresif revolusioner dalam menghancurkan nekolim dan “Gestapu”/PKI.

    Dalam hubungan ini, pada tanggal 21 Januari 1966 ketua KAMI Pusat tersebut menginstruksikan kepada segenap mahasiswa yang tergabung dalam KAMI Pusat di seluruh kota-kota Universitas dan perguruan tinggi di Indonesia harus bersikap sebagai berikut:

    1. Tetap merapatkan barisan perjuangan mahasiswa, tetap berdiri di belakang Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno;

    2. Menggalang kekompakan kesatuan segenap potensi mahasiswa dengan semangat rela berkorban, berdisiplin, serta ikhlas mengabdi menjadi satu front yang bisa diuji kemampuannya oleh Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno;

    3. Terus meningkatkan penghayatan tritunggal Bung Karno-Rakyat-ABRI dalam satu front demi kepentingan rakyat, nusa dan bangsa menghadapi rongrongan nekolim dan unsur-unsur Gestapu/PKI;

    4. Mendaftarkan dengan segera pada barisan pendukung Bung Karno pada Gabungan V KOTI untuk tingkat pusat dan Pepelrada setempat untuk tingkat daerah;

    5. Tetap waspada akan usaha pecah belah, intrik, adu-domba serta pancingan-pancingan dari pihak nekolim ataupun antek-antek Gestapu/PKI.

    Pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Sukarno mengumumkan reshuffle cabinet. Dalam kabinet itu duduk para simpatisan PKI. Kenyataan ini menyulut kembali mahasiswa meningkatkan aksi demonstrasinya. Tanggal 24 Februari 1966 mahasiswa memboikot pelantikan menteri-menteri baru. Dalam insiden yang terjadi dengan Resimen Cakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Sukarno, seorang mahasiswa Arief Rahman Hakim Gugur. Pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI dibubarkan, namun hal itu tidak mengurangi gerakan-gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

    Akhirnya, Tujuan dari Tri Tuntutan Rakyat dapat terwujud dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang memerintahkan kepada Mayor Jenderal Suharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan ormas-ormasnya. Selain itu, Supersemar juga mengamanatkan agar meningkatkan perekonomian Indonesia sehingga dapat terwujud kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sumber dari ANRI
    Readmore »»

    Email this • View my jobs • Add to del.icio.us • Digg This! • Share on Facebook • Technorati Links

    oleh Joy Setiawan di 11:43 0 komentar

    Label: sejarah indonesia

    Jumat, 08 Mei 2009
    Perjanjian Roem - Royen, 7 Mei 1949

    Dewan Keamanan PBB pada tanggal 23 Maret 1949 memerintahkan UNCI untuk pelaksanaan membantu perundingan antara Republik Indonesia dan Belanda. Dalam pelaksanaan tugas tersebut akhirnya berhasil membawa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan, delagasi Indonesia diketuai Mr Moh Roem sedangkan Belanda oleh Br Van Royen.

    Pada tanggal 17 April 1949 dimulailah perundingan pendahuluan di Jakarta yang diketuai oleh Merle Cochran, wakil Amerika Serikat dalam UNCI. Dalam perundingan selanjutnya Indonesia diperkuat Drs Moh Hatta dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

    Setelah melalui perundingan yang berlarut-larut akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapat persetujuan yang kemudian dikenal dengan nama Roem-Royen Statements.

    Isi persetujuan adalah sebagai berikut:

    Delegasi Indonesia menyatakan kesediaan Pemerintah RI untuk:
    1. Mengeluarkan perintah kepada pengikut Republik yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya.
    2. Bekerjasama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan.
    3. Turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sunguh dan lengkap kepada negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat.

    Pernyataan Belanda pada pokoknya berisi:
    1. Menyetujui kembalinya pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.
    2. Membebaskan semua tahanan politik dan menjamin penghentian gerakan militer.
    3. Tidak akan mendirikan negara-negara yang ada di daerah Republik dan dikuasainya dan tidak akan meluaskan daerah dengan merugikan Republik.
    4. Menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari negara Indonesia Serikat.
    5. Berusaha dengan sungguh-sungguh supaya KMB segera diadakan setelah pemerintah Republik kembali ke Yogyakarta.

    Hasil perundingan Roem-Royen ini mendapat reaksi keras dari berbagai pihak di Indonesia, terutama dari pihak TNI dan PDRI, ialah sebagai berikut:
    Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia Jenderal Sudirman pada tanggal 1 Mei 1949 mengeluarkan amanat yang ditujukan kepada komandan-komandan kesatuan memperingatkan agar mereka tidak turut memikirkan perundingan, karena akibatnya hanya akan merugikan pertahanan dan perjuangan.

    Amanat Panglima Besar Sudirman itu kemudian disusul dengan maklumat-maklumat Markas Besar Komando Djawa (MBKD) yang meyerukan agar tetap waspada, walaupun ada perundingan-perundingan yang menghasilkan persetujuan.

    Perkiraan TNI terhadap kemungkinan serangan dari pihak Belanda tidak meleset. Pasukan-pasukan Belanda yang ditarik dari Yogyakarta dipindahkan ke Surakarta. Dengan bertambahnya kekuatan Belanda di Surakarta dan akibatnya Letnan Kolonel Slamet Riyadi yang memimpin TNI di Surakarta memerintahkan penyerangan-penyerangan terhadap obyek-obyek vital di Solo. Di tempat lain pun perlawalan gerilya tetap berjalan, tanpa terpengaruh oleh perundingan apa pun hasilnya.

    Penghentian tembak-menembak
    Bersamaan dengan berlangsunya Konferensi Inter-Indonesia pada tanggal 1 Agustus 1949 di Jakarta diadakan perundingan resmi antara Wakil-wakil RI BFO dan Belanda di bawah pengawasan UNCI yang menghasilkan Persetujuan Penghentian Permusuhan. Presiden selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI melalui Radio Republik Indonesia di Yogya pada tanggal 3 Agustus 1949 mengumumkan perintah menghentikan tembak-menembak, hal serupa dilakukan pula oleh Jenderal Sudirman, Panglima Besar TNI. Pada hari yang sama, AHJ Lovink, Wakil Tinggi Mahkota Kerajaan Belanda sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Belanda di Indonesia memerintahkan kepada serdadu-serdadunya untuk meletakkan senjata, yang berarti kedua belah pihak menghentikan permusuhan secara resmi yang pelaksanaannya diawasi oleh KTN dari PBB.

    Juga dibicarakan bahwa nanti TNI akan menjadi inti dari pembentukan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) yang anggota-anggotanya terdiri bekas KNIL, dan anggota KL (Koninklyeke Leger) akan kembali ke negerinya (Nederland).

    Di samping rasa syukur bahwa perjuangan bersenjata telah berakhir, di kalangan masyarakat terdapat pula rasa tidak puas. Memang terbukti bahwa Belanda telah meninggalkan bom-bom waktu yang akan mengganggu ketenteraman bangsa Indonesia di dalam usahanya untuk mengisi kemerdekaan.

    Ya, bom-bom waktu itu berupa pemberontakan-pemberotakan serdadu-serdadu KNIL antaranya; di Bandung APRA-nya Westerling, Pemberontakan Andi Azin di Makassar dan Pemberontakan RMS (Rakyat Maluku Selatan) tapi syukurlah semuanya dapat dilumpuhkan oleh TNI/APRIS.

    ditulis oleh Dahlan Zailani di Harian Umum Pelita
    Readmore »»

    Email this • View my jobs • Add to del.icio.us • Digg This! • Share on Facebook • Technorati Links

    oleh Joy Setiawan di 10:28 0 komentar

    Label: sejarah indonesia

    Selasa, 28 April 2009
    Era Undang Undang Dasar Sementara, 1950 - 1959

    Pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1959, Indonesia menggunakan Undang Undang Dasar Sementara 1950 sebagai dasar negaranya. UUDS tersebut dumulai pada 17 Agustus 1950 sampai dengan lahirnya dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yang dikeluarkan Presiden Soekarno.

    Pemberlakuan Undang Undang Dasar Sementara 1950 tersebut dimulai pada saat Republik Indonesia Serikat berakhir karena adanya demo besar-besaran dari rakyat yang menuntut kembalinya Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga akhirnya pemerintah membubarkan Republik Indonesia Serikat dan kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan Undang Undang Dasar Sementara sejak 17 Agustus 1950, dengan menganut sistem kabinet parlementer.

    Pada tahun 1950 itu juga dibentuk sebuah badan konstituante yang bertugas membuat dan menyusun Undang Undang Dasar baru seperti yang diamanatkan UUDS 1950, namun sampai akhir tahun 1959, badan konstituante tersebut belum berhasil merumuskan Undang Undang Dasar yang baru, hingga akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada 5 Juli 1959 yang isinya membubarkan badan konstituante tersebut, sekaligus menegaskan pada tahun itu juga bahwa Indonesia kembali ke Undang Undang Dasar 1945, serta membentuk MPRS dan DPRS.

    Pada masa Undang Undang Dasar Sementara 1950 tersebut diberlakukan, gejolak politik yang panas menimbulkan berbagai gerakan yang politik yang tidak stabil, sehingga kabinet pemerintahanpun ikut kena imbasnya, tercatat pada periode 1950 hingga 1959 ada 7 kali pergantian kabinet, yaitu :

    1. 1950 - 1951 : Kabinet Natsir
    2. 1951 - 1952 : Kabinet Sukiman Suwirjo
    3. 1952 - 1953 : Kabinet Wilopo
    4. 1953 - 1955 : Kabinet Ali Sastroamidjojo I
    5. 1955 - 1956 : Kabinet Burhanuddin Harahap
    6. 1956 - 1957 : Kabinet Ali Satroamidjojo II
    7. 1957 - 1959 : Kabinet Djuanda

    Hingga puncaknya pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang isinya seperti yang telah ditulis diatas, dan pada masa berakhirnya UUDS 1950 dan kembali ke Undang Undang Dasar 45, sistem kabinet parlementer ikut juga berakhir menjadi sistem Demokrasi Terpimpin dimana seluruh keputusan dan pemikiran hanya terpusat pada Presiden.

    Namun demikian, ternyata sistem Demokrasi Terpimpin tersebut tidak membuat Indonesia menjadi stabil dalam bidang politik apalagi ekonomi, karena Partai Komunis Indonesia yang pada masa itu sebagai partai besar merasa berada diatas angin, mereka kemudian mendorong Presiden Soekarno untuk membuat sebuah konsep yang dinamakan konsep Nasionalisme, Agama dan Komunisme atau lebih dikenal sebagai NASAKOM.

    Era Demokrasi Terpimpin adalah kolaborasi antara kekuasaan kaum borjuis dengan komunis itu ternyata gagal dalam memperbaiki sistem perekonomian Indonesia, malahan yang terjadi adalah penurunan cadangan devisa, inflasi terus menaik tanpa terkendali, korupsi kaum birokrat dan militer merajalela, sehingga puncaknya adalah pemberontakan PKI yang dikenal dengan pemberontakan G 30 S/ PKI.